Langsung ke konten utama

Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan antar Autonomous System

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino

Kelas : XI TJKT 2

No : 11


1. Judul:

Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan antar Autonomous System (AS)

2. Latar Belakang/Penjelasan Kegiatan Praktek:

Dalam skenario jaringan yang lebih besar, jaringan sering kali terbagi menjadi beberapa Autonomous System (AS). Setiap AS bisa menjadi bagian dari internet atau jaringan privat yang dikelola secara independen. Agar data dapat berpindah antar AS, diperlukan konfigurasi routing antar AS menggunakan protokol routing eksternal seperti Border Gateway Protocol (BGP). Routing antar AS memungkinkan komunikasi antara jaringan yang dikelola oleh organisasi yang berbeda dan memastikan data dapat mencapai tujuannya dengan efisien. Konfigurasi ini sangat penting dalam infrastruktur internet global, di mana banyak jaringan besar berinteraksi satu sama lain. Kegiatan praktek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai cara mengkonfigurasi routing antar Autonomous System menggunakan BGP, serta bagaimana melakukan pengujian dan troubleshoot terhadap konfigurasi tersebut.

3. Tujuan Praktek:

  • Memahami konsep dasar routing antar Autonomous System.
  • Mempelajari cara mengkonfigurasi protokol BGP pada router.
  • Mengkonfigurasi routing antar AS menggunakan BGP.
  • Memahami pengaturan dan perbedaan BGP internal (IBGP) dan BGP eksternal (EBGP).
  • Melakukan pengujian dan troubleshooting untuk memastikan konektivitas antar AS berjalan dengan baik.

4. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja):

  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan sepatu pelindung dan sarung tangan saat menangani perangkat keras jaringan untuk menghindari cedera atau sengatan listrik.
  • Penanganan Kabel: Pastikan kabel yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak ada kabel yang terkelupas untuk menghindari risiko kebakaran atau sengatan listrik.
  • Pengecekan Perangkat: Pastikan perangkat dalam keadaan mati sebelum dipasang atau dihubungkan dengan kabel jaringan. Hindari menekan tombol atau port yang tidak diperlukan.
  • Penanganan Router: Pastikan perangkat router memiliki ventilasi yang baik dan tidak terlalu panas selama konfigurasi.
  • Matikan Perangkat: Pastikan perangkat dalam keadaan mati saat melakukan pengaturan fisik atau mengganti konfigurasi untuk mencegah kerusakan perangkat keras atau kebakaran.

5. Alat dan Bahan:

  • 2 atau lebih Router yang mendukung BGP (misalnya, router Cisco atau perangkat yang kompatibel dengan BGP)
  • Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) untuk koneksi antar router
  • Kabel power untuk router
  • Laptop atau PC dengan aplikasi terminal (misalnya PuTTY atau Tera Term) untuk mengakses router
  • Jaringan IP untuk konfigurasi antar router (misalnya, 192.168.x.x)
  • Buku manual router atau referensi konfigurasi BGP
  • Aplikasi traceroute atau ping untuk pengujian konektivitas

6. Langkah Kerja, Cara Kerja:

  1. Persiapan:

    • Pastikan semua perangkat dan bahan yang dibutuhkan sudah tersedia.
    • Sambungkan kabel UTP antar router untuk menghubungkan jaringan antar AS.
    • Sambungkan kabel power ke router dan hidupkan perangkat.
    • Hubungkan laptop atau PC ke router menggunakan kabel konsol atau akses SSH jika perangkat mendukung akses jarak jauh.
  2. Mengakses Router:

    • Gunakan aplikasi terminal seperti PuTTY atau Tera Term untuk mengakses router melalui port konsol.
    • Masuk ke mode privileged EXEC dengan perintah enable.
    • Masuk ke mode konfigurasi global dengan perintah configure terminal.
  3. Mengkonfigurasi BGP pada Router:

    • Tentukan Autonomous System (AS) number untuk setiap router.
      • Pada Router1, tentukan AS number yang digunakan:
        Router1(config)# router bgp 65001
        Router1(config-router)# network 192.168.1.0 mask 255.255.255.0
        Router1(config-router)# neighbor 192.168.2.2 remote-as 65002
        
      • Pada Router2, tentukan AS number yang digunakan:
        Router2(config)# router bgp 65002
        Router2(config-router)# network 192.168.2.0 mask 255.255.255.0
        Router2(config-router)# neighbor 192.168.1.1 remote-as 65001
        
  4. Mengkonfigurasi BGP pada Router untuk Koneksi antar AS:

    • Konfigurasi di atas sudah menghubungkan dua router dalam dua AS yang berbeda. Router1 (AS 65001) akan berkomunikasi dengan Router2 (AS 65002) menggunakan BGP.
    • Verifikasi status session BGP menggunakan perintah:
      Router1# show ip bgp summary
      Router2# show ip bgp summary
      
  5. Pengaturan IP Address dan Routing:

    • Pastikan setiap router memiliki IP address yang sesuai pada interface yang menghubungkan ke router lainnya. Misalnya:
      • Router1 memiliki IP address 192.168.1.1 pada interface yang terhubung ke Router2.
      • Router2 memiliki IP address 192.168.2.1 pada interface yang terhubung ke Router1.
    • Verifikasi routing table di kedua router untuk memastikan bahwa rute antar AS telah terhubung dan terpropagasi.
  6. Pengujian Konektivitas Antar AS:

    • Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas antar router dalam satu AS dan antar AS.
      Router1# ping 192.168.2.1
      Router2# ping 192.168.1.1
      
    • Pastikan paket dapat berjalan antara kedua router dan perangkat lain yang terhubung dalam jaringan.
    • Gunakan perintah traceroute untuk memeriksa jalur yang ditempuh data antara dua router dalam dua AS yang berbeda.
  7. Menyimpan Konfigurasi:

    • Setelah konfigurasi selesai dan pengujian berhasil, simpan konfigurasi pada kedua router:
      Router1(config)# write memory
      Router2(config)# write memory
      

7. Pengujian/Kesimpulan:

  • Pengujian: Lakukan pengujian untuk memastikan bahwa routing antar AS berjalan dengan baik. Pastikan bahwa router dalam dua AS yang berbeda dapat saling berkomunikasi menggunakan BGP, dengan cara mengirimkan ping antara perangkat yang terhubung ke masing-masing router. Gunakan perintah show ip bgp untuk melihat status sesi BGP dan rute yang dipelajari antar AS. Tes jalur data menggunakan perintah traceroute untuk memastikan paket melewati router yang sesuai.

  • Kesimpulan: Konfigurasi routing antar Autonomous System menggunakan BGP sangat penting dalam menghubungkan berbagai jaringan yang dikelola secara terpisah, seperti pada jaringan internet. Praktik ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara mengkonfigurasi BGP untuk memungkinkan komunikasi yang efektif antar AS. Dengan pengujian dan troubleshooting yang tepat, kita dapat memastikan bahwa konektivitas antar AS berjalan dengan optimal dan aman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino  Kelas : XII TJKT 2 No : 11 1. Buat DHCP Client Seperti gambar dibawah 2. Tambahkan VLAN pada menu Interface-VLAN 3. Klik IP-Address List dan tambahkan beberapa IP seperti dibawah 4. Klik IP-DHCP Server lalu klik DHCP Setup dan buat seperti dibawah 5. Lalu pergi ke Firewall-NAT dan tambahkan config seperti dibawah 6. Klik Filter Rules pada Firewall dan tambahkan filter seperti dibawah 7. Buka Switch pada mikrotik ke-2 dan pada menu VLAN , config seperti dibawah 8. Pada menu Port setting seperti ini 9. Masuk ke menu Bridge dan tambahkan interface bridge seperti dibawah 10. Masih pada menu Bridge klik dibagian VLANs dan tambahkan seperti dibawah 11. Pada menu Ports di Bridge tambahkan config seperti dibawah. PENGUJIAN Ping VLAN10 dan VLAN30 Note : Tidak bisa melanjutkan karena Komputer kurang mampu saat menjalankan Virtualbox Linux

VLAN (Virtual LAN)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : IX TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori VLAN : VLAN adalah teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pemisahan jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis. Dimana hal ini memungkinkan seorang administrator jaringan membuat beberapa jaringan virtual untuk keperluan fleksibilitas dan skalabilitas. Hal ini memungkinkan kita untuk mengelola dan mengoptimalkan lalu lintas jaringan dengan lebih baik. Teori Mode Access : VLAN Access adalah jenis VLAN di mana setiap port switch terhubung ke satu VLAN saja. Setiap VLAN memiliki domain siaran terpisah dan hanya dapat berkomunikasi dengan perangkat di dalam VLAN tersebut. Ini memungkinkan untuk mengatur keamanan, menentukan bandwidth yang dapat diakses, dan mengisolasi masalah jaringan dalam VLAN tertentu tanpa memengaruhi jaringan atau vlan yang lain. Teori Mode Trunk : VLAN Trunking adalah teknologi yang memungkinkan untuk mengirimkan banyak VLAN melalui satu port atau koneksi jaringan. Dalam ...

PAT (Port Address Translation/NAT Overload)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : XI TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori Dasar PAT :  Port Address Translation (PAT), juga dikenal sebagai NAT Overload, adalah metode yang digunakan dalam jaringan untuk memetakan beberapa alamat IP privat ke satu alamat IP publik dengan menggunakan nomor port sumber yang berbeda. PAT umumnya digunakan untuk menghemat alamat IP publik dan memungkinkan beberapa host internal untuk berbagi satu alamat IP publik untuk lalu lintas keluar. Cara Instalasi  Cara Konfigurasi : 1. Konfigurasi pada R1. 2. Konfigurasi pada R2. 3. Konfigurasi pada SVR1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). 4. Konfigurasi pada PC1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). Cara Pembuatan WEB : Masuk ke SRV1>Services. Pengujian : Daftar Pustaka Teori Dasar PAT :  https://www.uninets.com/blog/what-is-port-address-translation Cara Instalasi :  https://youtu.be/NSn3qNToPa4?si=R2kEC22oZnhfAiJu