Langsung ke konten utama

Konfigurasi Menggunakan Router dan Switch

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino

No : 11

Kelas : XI TJKT 2

Konfigurasi Menggunakan Router dan Switch 

Tujuan

Mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan konfigurasi dasar jaringan menggunakan perangkat router dan switch.

Objek

Router Cisco, Switch TP-Link, Laptop sebagai client
 

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja):

1. Pastikan area kerja bersih dan rapi.
2. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja dengan perangkat keras.
3. Matikan perangkat sebelum melakukan pemasangan atau penggantian kabel.
 

Langkah-langkah:

1. Persiapan Perangkat:
   - Siapkan router, switch, dan kabel jaringan.
   - Hubungkan semua perangkat sesuai dengan diagram jaringan.

2. Konfigurasi Router:
   - Akses router melalui konsol menggunakan perangkat lunak terminal.
   - Konfigurasi alamat IP dan subnet mask sesuai dengan kebutuhan jaringan.

3. Konfigurasi Switch:
   - Akses switch dan lakukan pengaturan VLAN jika diperlukan.
   - Pastikan port-port switch terhubung dengan benar ke perangkat client.

4. Pengujian Koneksi:
   - Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas antara perangkat.
   - Cek status koneksi di router dan switch.

5. Dokumentasi:
   - Catat semua konfigurasi yang telah dilakukan.
   - Ambil screenshot dari pengaturan di router dan switch sebagai bukti.
 

Kesimpulan:
Setelah melakukan semua langkah, pastikan semua perangkat dapat saling terhubung dengan baik.


Review Jobsheet
Tata Cara Penyusunan Komponen:

1. Judul: Judul jobsheet sudah jelas dan spesifik, mencakup apa yang akan dipelajari, yaitu konfigurasi jaringan.

2. Tujuan: Tujuan disampaikan dengan ringkas dan langsung, memudahkan pembaca untuk memahami fokus pembelajaran.

3. Objek: Sebutkan dengan tepat perangkat yang digunakan, membantu mahasiswa mengenal alat yang akan digunakan.

4. K3: Penjelasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pekerjaan teknis. Sudah sesuai dengan standar keselamatan yang diperlukan di lab.

5. Langkah-langkah:
   - Langkah-langkah dijelaskan secara terstruktur dan mudah diikuti.
   - Setiap langkah memberi penjelasan yang cukup dan menyertaKesimpulan


Topik yang Diberikan:

Jobsheet ini berfokus pada aspek praktis dari network administration. Konfigurasi router dan switch adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang Network Admin. Penekanan pada pengujian koneksi juga penting, karena memastikan bahwa konfigurasi yang dilakukan berjalan dengan baik.


Kesimpulan:

Secara keseluruhan, jobsheet ini tersusun dengan baik dan dapat digunakan sebagai panduan praktis bagi mahasiswa. Mungkin akan lebih baik jika ditambahkan gambar atau diagram untuk memperjelas langkah-langkah, serta contoh kesalahan yang umum terjadi dan cara memperbaikinya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan konfigurasi, tetapi juga memahami troubleshooting dasar.

 

Review Jobsheet:

 1. Kejelasan Tujuan: Tujuan jobsheet disampaikan dengan jelas dan langsung, sehingga mahasiswa dapat memahami fokus pembelajaran.
2. Struktur yang Sistematis: Langkah-langkah disusun dengan rapi dan terstruktur, memudahkan mahasiswa mengikuti prosedur yang diberikan.
3. Penekanan pada K3: Penjelasan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja menunjukkan perhatian terhadap aspek keselamatan saat bekerja dengan perangkat keras.
4. Objek yang Relevan: Perangkat yang disebutkan (Router Cisco dan Switch TP-Link) adalah alat umum yang sering digunakan, membuatnya relevan untuk pembelajaran.
5. Pengujian Koneksi: Menyertakan langkah pengujian koneksi menekankan pentingnya verifikasi setelah konfigurasi, yang esensial dalam network administration.

 

Kesimpulan 

Jobsheet ini sudah cukup baik dan bermanfaat untuk pembelajaran praktis. Dengan beberapa perbaikan, terutama dalam hal visualisasi dan detail teknis, kualitasnya dapat ditingkatkan lebih jauh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino  Kelas : XII TJKT 2 No : 11 1. Buat DHCP Client Seperti gambar dibawah 2. Tambahkan VLAN pada menu Interface-VLAN 3. Klik IP-Address List dan tambahkan beberapa IP seperti dibawah 4. Klik IP-DHCP Server lalu klik DHCP Setup dan buat seperti dibawah 5. Lalu pergi ke Firewall-NAT dan tambahkan config seperti dibawah 6. Klik Filter Rules pada Firewall dan tambahkan filter seperti dibawah 7. Buka Switch pada mikrotik ke-2 dan pada menu VLAN , config seperti dibawah 8. Pada menu Port setting seperti ini 9. Masuk ke menu Bridge dan tambahkan interface bridge seperti dibawah 10. Masih pada menu Bridge klik dibagian VLANs dan tambahkan seperti dibawah 11. Pada menu Ports di Bridge tambahkan config seperti dibawah. PENGUJIAN Ping VLAN10 dan VLAN30 Note : Tidak bisa melanjutkan karena Komputer kurang mampu saat menjalankan Virtualbox Linux

VLAN (Virtual LAN)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : IX TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori VLAN : VLAN adalah teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pemisahan jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis. Dimana hal ini memungkinkan seorang administrator jaringan membuat beberapa jaringan virtual untuk keperluan fleksibilitas dan skalabilitas. Hal ini memungkinkan kita untuk mengelola dan mengoptimalkan lalu lintas jaringan dengan lebih baik. Teori Mode Access : VLAN Access adalah jenis VLAN di mana setiap port switch terhubung ke satu VLAN saja. Setiap VLAN memiliki domain siaran terpisah dan hanya dapat berkomunikasi dengan perangkat di dalam VLAN tersebut. Ini memungkinkan untuk mengatur keamanan, menentukan bandwidth yang dapat diakses, dan mengisolasi masalah jaringan dalam VLAN tertentu tanpa memengaruhi jaringan atau vlan yang lain. Teori Mode Trunk : VLAN Trunking adalah teknologi yang memungkinkan untuk mengirimkan banyak VLAN melalui satu port atau koneksi jaringan. Dalam ...

PAT (Port Address Translation/NAT Overload)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : XI TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori Dasar PAT :  Port Address Translation (PAT), juga dikenal sebagai NAT Overload, adalah metode yang digunakan dalam jaringan untuk memetakan beberapa alamat IP privat ke satu alamat IP publik dengan menggunakan nomor port sumber yang berbeda. PAT umumnya digunakan untuk menghemat alamat IP publik dan memungkinkan beberapa host internal untuk berbagi satu alamat IP publik untuk lalu lintas keluar. Cara Instalasi  Cara Konfigurasi : 1. Konfigurasi pada R1. 2. Konfigurasi pada R2. 3. Konfigurasi pada SVR1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). 4. Konfigurasi pada PC1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). Cara Pembuatan WEB : Masuk ke SRV1>Services. Pengujian : Daftar Pustaka Teori Dasar PAT :  https://www.uninets.com/blog/what-is-port-address-translation Cara Instalasi :  https://youtu.be/NSn3qNToPa4?si=R2kEC22oZnhfAiJu