Langsung ke konten utama

Perangkat-Perangkat Jaringan

 1. Router








Spesifikasi :

  • Processor 650Mhz
  • 1 port Fast Ethernet
  • Build-in Wireless 2.4Ghz (802.11b/g/n)
  • Antenna internal Dual-Chain 2 x 2dbi
  • Slot miniPCIe
  • antenna LTE
  • Support PoE (Passive)

 Fitur :

Memungkinkan digunakan sebagai Access Point independen dengan memanfaatkan koneksi internet mobile (3G/4G). Dengan fitur routerOS yang cukup banyak router ini menjadi sangat fleksible pemasangannya (Outdoor/Indoor).

Kelebihan:

  • Bisa bekerja baik sebagai static router ataupun dynamic router.
  •  Tidah membutuhkan kabel, sehingga sangat mudah dalam instalasi, dan tidak repot.
  • Dapat berperan sebagai access point, sehingga bisa langsung terkoneksi dengan komputer dan perangkat lainnya menggunakan media WiFi.
  • Mudah diletakkan dimanapun.
  • Tidak membutuhkan modem yang banyak untuk masing – masing komputer.


Kekurangan:

  • Koneksi wireless atau nirkabel akan menjadi sedikit lambat daripada koneksi kabel.
  • Keamanan merupakan salah satu kelemahan utama ketika memilih jaringan nirkabel, jaringan kabel atau wired connection memberikan keamanan yang lebih terjaga.
  • Lambat atau kelemotan sering terjadi jika banyak pemakai.

Cara Setting :

  1. Hubungkan Modem dengan Router
  2. Sambungkan Komputer ke Router
  3. Membuka Admin Router dan Log In
  4. Masukkan Informasi Mengenai Koneksi Internet
  5. Setting Router
  6. Nyalakan Router
  7. Sambungkan Jaringan ke Perangkat
  8. Reboot Jika Koneksi Mengalami Gangguan


2. Switch


 








Spesifikasi :

  • Product code: RB/250GS
  • CPU: Taifatech TF470 NAT accelerator (RISC, 50MHz)
  • RAM: embedded 96K SRAM
  • Architecture: RISC
  • LAN ports: 5
  • Gigabit: Yes
  • SFP Port: 1
  • MiniPCI: 0
  • miniPCI-e: 0
  • Integrated Wireless: 0
  • Wireless standards: 0
  • USB: 0
  • Memory Cards: 0
  • Power Jack: 9-28V DC
  • PoE: yes (poe adaptor dibeli terpisah)
  • Dimensions: 113x89x28mm
  • Operating System: MikroTik SwOS
  • Temperature range: -25? to +65?

Fitur :

Mampu melakukan fungsi-fungsi standart manageable switch, plus dapat mengatur port-to-port forwarding, menerapkan MAC filter, mengkonfigurasi VLAN, mirror traffic, bandwidth limitation, dan bahkan mengubah beberapa MAC dan IP header. Dikonfigurasi dilakukan menggunakan web

Kelebihan :

  • Meningkatkan efisiensi jaringan dengan mengurangi bentrokan data (collisions).
  • Bisa menambah port jaringan dengan mudah.

Kekurangan :

  • Tidak bisa melakukan routing antara jaringan berbeda.
  • Layer 2 switch tidak memiliki kemampuan firewall atau pengaturan yang kompleks.

Cara Setting :

  1. Hubungkan switch ke router menggunakan kabel Ethernet pada port LAN.
  2. Sambungkan perangkat lain (PC, printer, dll.) ke port-port lain di switch.
  3. (Untuk switch managed) Akses antarmuka web melalui browser dengan IP default.
  4. Setel VLAN, QoS, dan fitur lainnya sesuai kebutuhan.

 

3. Modem 


 


 

 


 


Spesifikasi : 

  • Merek: Huawei
  • Model: Mifi Router Modem Wifi 4G E5573
  • Warna: Hitam
  • Frekuensi Radio: LTE Band 1/3/5/7/8/20 (800/900/1800/2100/2600MHz)
  • Teknologi Jaringan: 802.11a/b/g/n
  • Antarmuka: USB
  • Konsumsi Daya: 3.5 Watt

Fitur :

Mifi Router Modem Wifi 4G E5573Kecepatan hingga 150 MbpsAkses internet lebih cepatMudah digunakan dan dibawa-bawaTidak mudah rusak dan tahan lama.

Kelebihan :

  • Diperlukan untuk akses internet melalui DSL atau kabel.
  • Modem-router combo bisa menghemat ruang dan biaya.
Kekurangan : 
  • Kinerja bisa terbatas dibandingkan router mandiri.
  • Biasanya tidak memiliki fitur canggih seperti router.
Cara Setting :
  1. Hubungkan modem ke saluran telepon atau kabel.Hubungkan komputer atau router ke modem menggunakan kabel Ethernet.
  2. Akses antarmuka web modem melalui browser (IP default biasanya 192.168.0.1).
  3. Konfigurasi PPPoE atau pengaturan lain yang diperlukan oleh ISP.
  4. Simpan pengaturan dan restart modem
  5. Network Attached Storage (NAS)

4. Access Point




 
 

 

 

 
 
Spesifikasi :
  • 1.77Gbps aggregate wireless throughput and 2x Gigabit Ethernet ports
  • Dual-band 2x2:2 MUMIMO with DL/UL OFDMA technology
  • Up to 175-meter coverage range
  • Supports 500+ concurrent Wi-Fi client devices
  • Advanced QoS to ensure real-time performance of low-latency applications
  • Anti-hacking secure boot and critical data/control lockdown via digital signatures, unique security certificate/random default password per device
  • Self-power adaptation upon auto detection of PoE or PoE+
  • Embedded controller can manage up to 50 local GWN series APs; GWN.Cloud offers unlimited AP management; GWN Manager offers premise based software controller
Fitur :
The GWN7660 is an enterprise-grade 802.11ax Wi-Fi 6 access point that allows businesses to build next-generation Wi-Fi networks for high-density environments.
Kelebihan :
  • Memperluas jangkauan jaringan nirkabel.
  • Mendukung banyak perangkat wireless secara simultan.
Kelemahan :
  • Harus dikonfigurasi dengan benar untuk menghindari konflik IP.
  • Sinyal bisa terganggu oleh dinding atau perangkat elektronik lain.
Cara Setting :
  1. Hubungkan AP ke switch atau router menggunakan kabel Ethernet.
  2. Akses antarmuka web AP melalui browser (IP default biasanya ada di label).
  3. Login menggunakan username dan password default.
  4. Setel SSID, mode jaringan, security (WPA2/WPA3), dan IP address (statis atau DHCP).
  5. Simpan pengaturan dan restart AP jika diperlukan.
 
5. Network Attached Storage (NAS)

 
 
 
 
 
 







Spesifikasi :
  • CPU: 1.4 GHz - 2.5 GHz
  • RAM: 512 MB - 4 GB
  • Storage: 1 - 16 bays untuk hard disk (HDD) atau SSD
  • Port: 2-4 Gigabit Ethernet ports, USB 3.0 ports
Fitur :

Penyimpanan data terpusat untuk seluruh jaringan. Dukungan RAID (Redundant Array of Independent Disks) untuk redundansi dan kecepatan.

Kekurangan :
  • Biaya awal bisa tinggi, terutama jika menggunakan banyak HDD/SSD.
  • Kinerja tergantung pada kecepatan jaringan dan spesifikasi perangkat.
  • Membutuhkan pengetahuan untuk mengelola RAID dan backup yang tepat.
Kelebihan : 
  • Memudahkan berbagi dan mengelola data secara terpusat.
  • Menyediakan backup dan pemulihan data yang lebih aman dengan dukungan RAID.
  • Mengurangi ketergantungan pada penyimpanan lokal di perangkat individu.
 Cara Setting :
  1. Hubungkan NAS ke jaringan menggunakan kabel Ethernet.
  2. Nyalakan NAS dan instal hard disk (jika belum terpasang).
  3. Akses antarmuka web NAS melalui browser dengan IP yang terdeteksi di jaringan.
  4. Konfigurasi pengaturan awal seperti RAID, pengguna, dan folder berbagi.
  5. Atur akses remote jika diperlukan (misalnya, FTP atau cloud access).
  6. Simpan pengaturan dan mulai menggunakan NAS untuk menyimpan dan berbagi data di jaringan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi Routing Dinamis (OSPF) MikroTik RouterBoard

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : XI TJKT 2 No : 11 TOPOLOGI Topologi Source : https://app.diagrams.net   Langkah-Langkah Konfigurasi   R1-Osaka   1. Konfigurasi IP Address untuk eth2 dan eth4. 2. Konfigurasi DHCP-SERVER untuk eth2. Konfigurasi OSPF pada menu Routing    1. Konfigurasi Instances. Klik 2 kali pada default lalu ubah Redistribute Default Route menjadi Always (as type 1). 2. Konfigurasi Network pada OSPF. Add Network dengan IP yang sudah di konfigurasi di Addresses dan IP Address PC kedua. R2-Hokkaido   1. Konfigurasi IP Address untuk eth2 dan eth4. 2. Konfigurasi DHCP-SERVER untuk eth2. Konfigurasi OSPF pada menu Routing   1.Konfigurasi Instances. Klik 2 kali pada default lalu ubah Redistribute Default Route menjadi Always (as type 1). 2. Konfigurasi Network pada OSPF. Add Network dengan IP yang sudah di konfigurasi di Addresses dan IP Address PC pertama. Pengecekan   PC1  Ping PC2 dari PC1 PC2 Ping PC1 dari PC2

VLAN (Virtual LAN)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : IX TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori VLAN : VLAN adalah teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pemisahan jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis. Dimana hal ini memungkinkan seorang administrator jaringan membuat beberapa jaringan virtual untuk keperluan fleksibilitas dan skalabilitas. Hal ini memungkinkan kita untuk mengelola dan mengoptimalkan lalu lintas jaringan dengan lebih baik. Teori Mode Access : VLAN Access adalah jenis VLAN di mana setiap port switch terhubung ke satu VLAN saja. Setiap VLAN memiliki domain siaran terpisah dan hanya dapat berkomunikasi dengan perangkat di dalam VLAN tersebut. Ini memungkinkan untuk mengatur keamanan, menentukan bandwidth yang dapat diakses, dan mengisolasi masalah jaringan dalam VLAN tertentu tanpa memengaruhi jaringan atau vlan yang lain. Teori Mode Trunk : VLAN Trunking adalah teknologi yang memungkinkan untuk mengirimkan banyak VLAN melalui satu port atau koneksi jaringan. Dalam ...

PAT (Port Address Translation/NAT Overload)

Nama : Dhyrel Gathan Marcellino Kelas : XI TJKT 2 No : 11 Teori Dasar   Teori Dasar PAT :  Port Address Translation (PAT), juga dikenal sebagai NAT Overload, adalah metode yang digunakan dalam jaringan untuk memetakan beberapa alamat IP privat ke satu alamat IP publik dengan menggunakan nomor port sumber yang berbeda. PAT umumnya digunakan untuk menghemat alamat IP publik dan memungkinkan beberapa host internal untuk berbagi satu alamat IP publik untuk lalu lintas keluar. Cara Instalasi  Cara Konfigurasi : 1. Konfigurasi pada R1. 2. Konfigurasi pada R2. 3. Konfigurasi pada SVR1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). 4. Konfigurasi pada PC1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway). Cara Pembuatan WEB : Masuk ke SRV1>Services. Pengujian : Daftar Pustaka Teori Dasar PAT :  https://www.uninets.com/blog/what-is-port-address-translation Cara Instalasi :  https://youtu.be/NSn3qNToPa4?si=R2kEC22oZnhfAiJu